BERBAGI INOVASI RUMPUT LAUT DI TENGAH PANDEMI COVID-19

GNRM UNTAD

“Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk mewujudkan Desa Wirausaha Rumput Laut Sebagai Benteng Pandemi Covid Mendukung Penguatan Inovasi Maritim Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan”.

Pandemi COVID-19 masih menjadi masalah bersama bagi warga dunia yang berdampak pada kondisi ekonomi secara luas dan merata. Pandemi masih terus mendera dunia sejak ditemukan akhir 2019 lalu mengakibatkan terganggunya mobilitas, termasuk distribusi barang dan jasa. Tidak hanya di kota-kota besar, daerah penghasil yang merupakan hulu telah merasakan dampak akibat terganggunya distribusi produk sehingga penetrasi produk yang dihasilkan oleh pembudidaya ke pasar menjadi terganggu. Hasil produksi rumput laut tidak terserap oleh pasar mengakibatkan pembudidaya merugi, dan mengganggu mental produktif bagi individu pembudidaya.

Kondisi terganggunya ekonomi dan mental produktif untuk melanjutkan usaha budidaya rumput laut, tidak boleh dibiarkan terus berlanjut dan berkepanjangan. Individu penopang ekonomi bangsa perlu mendapat trigger motivasi untuk melanjutkan gairah juang dalam membangun wirausaha di daerahnya.

Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah sentra budidaya rumput laut yang memiliki potensi besar dan dipersiapkan sebagai salah satu daerah penyangga Ibukota Negara jika terealisasi di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo 26 Agustus 2019. Sehingga daerah Banawa Selatan harus beradaptasi, sigap menangkap peluang dalam perkembangan kawasan ekonomi di kawasan strategis tersebut.

Melalui kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Tim Dosen Universitas Tadulako (UNTAD) mengambil peran dalam mewujudkan semangat berinovasi menciptakan produk wirausaha rumput laut. Kegiatan GNRM UNTAD diketuai oleh Dr. Ir. Zakirah Raihani Ya’la, M.Si., IPM merupakan inisiator inovasi produk rumput laut dan secara khusus mendedikasikan waktu menekuni bidang makro alga komersial ini. Berbekal pengalaman riset yang terdokumentasi dalam berbagai jurnal ilmiah, Dosen Akuakultur UNTAD pemilik berbagai Hak Cipta bidang Rumput Laut ini terus berupaya menumbuhkembangkan semangat berkarya masyarakat pesisir di tengah pandemi.

Sinergitas sivitas akademika dalam mewujudkan kegiatan GNRM UNTAD terjalin dengan baik, Dr. Ir. Dwi Sulistiawati, MP banyak terlibat dalam mengarahkan kegiatan bersama Mahasiswa Akuakultur di lapangan. Dosen Peternakan UNTAD dan sekaligus ketua Institusional Support System (ISS) Program Kompetisi-Kampus Merdeka (PK-KM) tersebut secara langsung memberikan motivasi kepada masyarakat pembudidaya untuk memajukan Desa Lalombi dan Surumana. Dalam sambutan Dr. Dwi, yang juga sebagai Koordinator Pusat Audit dan Evaluasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PUSDIT-EPMP) Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNTAD tersebut  menyampaikan bahwa melalui produk-produk rumput laut hasil budidaya sendiri masyarakat dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi dengan cara berdikari dalam mengolah hasil.  

Berkegiatan di tengah pandemi dan pembatasan sosial saat ini tentunya tidak mudah. Diperlukan gagasan yang lebih dinamis dan fleksibel agar penyampaian inovasi teknologi rumput laut terlaksana dengan baik, olehnya kegiatan GNRM UNTAD yang dibuka oleh Camat Banawa Selatan Ibu Hikmah Lassa, S.Sos. M.Ap. berlangsung secara daring dan luring. Adapun Tim Dosen yang bergabung secara daring di antaranya Dr. Ir. Nasmia, S.Pi., MP dan Dr. Akbar Marzuki Tahya, S.Pi., M.Si. yang secara bersama memfasilitasi penyampaian materi, beserta Dosen dan Mahasiswa lainnya turut serta secara virtual agar protokol kesehatan tetap terjaga.

Sekertaris Camat Nurhayati, S.Sos bersama Masyarakat Desa Lalombi dan Desa Surumana, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala menyambut baik dan sangat antusias dalam demonstrasi produk-produk olahan rumput laut, turut hadir dalam kegiatan demonstrasi sebagai fasilitator Dr. Andi Heryanti Rukka, S.Pi., M.Si yang merupakan dosen pembina kemahasiswaan.  Melalui penjaringan aspirasi dalam diskusi bersama peserta dan tokoh masyarakat, mereka berharap kegiatan-kegiatan serupa dapat terus berkesinambungan dalam memberikan motivasi di tengah pandemi.

Kegiatan sosialisasi dan diseminasi produk rumput laut terselenggara atas dukungan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK); Forum Rektor Indonesia (FRI); dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dalam rangka mewujudkan Gerakan Indonesia Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri, dan Bersatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *