Gerakan Nasional Revolusi Mental: Rumput Laut di Universitas Tadulako

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia menciptakan keadaan yang serba tidak menentu, sehingga terjadi kebingungan, ketidakpastian dan keadaan darurat yang diakibatkan oleh virus yang menyebar ke seluruh penjuru. Masyarakat menghadapi berbagai kendala dari berbagai aspek kehidupan, ketidakpastian dalam mengetahui kapan wabah akan berakhir membuat banyak golongan masyarakat terutama golongan menengah ke bawah bingung memikirkan nasib mereka. Kehidupan  yang  berjalan seperti  biasa  tanpa  adanya  mata  pencaharian  membuat  mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini juga terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah. Keterpurukan ekonomi juga melanda masyarakat sebagian besar yang menggantungkan hidupnya hasil alam termasuk rumput laut. Hal ini diperparah dengan permintaan   rumput laut kering berkurang sehingga banyak rumput laut kering masih menjadi stok sampai sekarang.

Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) disambut baik oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP dan Dekan FAPETKAN Dr. Ir. Rusdin, MP. yang menitipkan pelaksanaan kegiatan agar dikelola dengan baik bagi masyarakat sasaran. GNRM di UNTAD dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Dosen Akuakultur Universitas Tadulako, yaitu Dr. Ir. Zakirah Raihani Ya’la, M.Si., IPM (Ketua); Dr. Ir. Dwi Sulistiawati, MP (Anggota); Dr. Ir. Nasmia, MP (Anggota); Dr. Akbar Marzuki Tahya, S.Pi., M.Si (Anggota), beserta dukungan dosen dan mahasiswa. Tujuan   umum   program   Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk mewujudkan Desa Wirausaha Rumput Laut Sebagai Benteng Pandemi Covid Mendukung Penguatan Inovasi Maritim Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan.

Kegiatan yang memiliki tujuan mulia di era pandemi senantiasa dikembangkan menjadi produk-produk inovatif yang lahir dari perguruan tinggi dan kemanunggalan bersama masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 18 – 19 September 2021 akan melibatkan sejumlah masyarakat di Desa Lalombi dan Desa Surumana, dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat dan mahasiswa sebagaimana tercantum dalam proposal akan melibatkan 48 peserta masyarakat, dan 60 peserta mahasiswa, yang direncanakan secara daring dan luring dari Kampus UNTAD dan Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *